Anda Tergantung Kepada Pasangan

Setelah Baca Masih kah Anda Tergantung Kepada Pasangan

Semua jenis wujud suport benar-benar dibutuhkan, apa lagi waktu menyulam cinta dengan pasangan dan Anda Tergantung Kepada Pasangan. Satu bentuk suport yang diperlukan ialah suport emosional yang bisa memperkuat keduanya.

Contoh masalah simpelnya ialah saat kamu tengah diliputi permasalahan seperti depresi, karena itu pasangan tiada disuruh akan melipurmu. Kamu akan berasa lebih bagus dan seterusnya dapat kembali lagi semangat jalani hidup.

Baca Juga: Hiperseks dan Libido Tinggi

Pasangan yang sama-sama menyukai keduanya tentu mempunyai ikatan batin dan hati yang kuat. Tiap jalinan romantis yang terikat antara pasangan itu membuat ikatan makin kuat dan diinginkan menjadi akar yang kuat. Tetapi bagaimana bila jalinan asmara yang romantis jadi sumber permasalahan dari jalinan yang lagi ditempuh seperti Anda Tergantung Kepada Pasangan?

Rupanya, loyalitas dan hati cinta yang kebanyakan ditumpahkan ke pasangan menjadi ‘senjata makan tuan’ untuk satu jalinan. Bagaimana ini dapat berlangsung?

Tergantung secara emosional sampai batasan spesifik dengan pasangan ialah hal lumrah. Tetapi, yang penting diingat saat keterikatan emosional itu telah melebihi batasan dan terlalu berlebih. Masalahnya keterikatan keseluruhan pada pasangan dapat berpengaruh buruk dalam jalinan. Akhirnya, jalinan dapat gagal di tengah-tengah jalan.

Supaya kamu tidak terjerat dalam keterikatan emosional yang terlalu berlebih dengan pasangan, karena itu penting untuk pahami ide, mengenal tanda-tanda, dan menanganinya. Baca penjelasan di bawah ini dengan cermat, ya!

  1. Apakah itu keterikatan emosional?

Perlu digarisbawahi jika jalinan yang sama-sama tergantung keduanya adalah jalinan yang sehat. Keterikatan itu bermakna pribadi yang berkaitan bisa mengenal dan usaha secara maksimal untuk penuhi keperluan emosionalnya sendiri.

Berlainan dengan masalah keterikatan emosional yang terlalu berlebih pada satu faksi. Pribadi condong berasa seakan-akan tidak bisa hidup tiada suport emosional pasangannya.

Secara simpel, bisa diterangkan jika satu faksi memercayakan pasangannya untuk penuhi nyaris seluruh keperluan emosional tiada coba mengurus emosi sendiri lebih dulu.

  1. Sinyal dan tanda-tanda keterikatan emosional

sinyal dan tanda-tanda yang bisa jadi tanda-tanda seorang alami keterikatan emosional salah satunya ialah:

  • Memiliki penglihatan yang bagus berkenaan pasangan atau jalinan
  • Memiliki keperluan stabil yang perlu diyakinkan
  • Ketakutan berlebihan dan terus-terusan akan penampikan
  • Merasakan hampa dan kuatir waktu habiskan waktu sendirian
  • Keyakinan jika hidup tidak mempunyai arti tanpa pasangan
  • Keyakinan jika diri kita tidak bisa mendapati kebahagiaan atau keamanan bila sendirian
  • Pencemburu atau posesif
  • Kesulitan memercayai hati diri kita
  • Membutuhkan seseorang untuk membuat keyakinan diri dan harga diri
  1. Keterikatan versus kodependensi

Sering ada banyak yang bertanya berkenaan ketidaksamaan di antara keterikatan dan kodependensi (ketagihan jalinan). Seakan ada kesamaan yang menempel di antara ke-2 nya, tapi ke-2 nya punyai ketidaksamaan yang fundamental.

Kodependensi berlangsung saat pribadi meremehkan keperluannya sendiri untuk penuhi keperluan orang yang disayanginya. Saat itu, keterikatan emosional bisa seperti kodependensi saat pribadi meremehkan keperluan emosionalnya sendiri untuk mengutamakan emosi pasangan.

Seorang yang alami RCSE benar-benar bergantung pada pasangannya, hingga harga diri atau penghargaan untuk dirinya didapat dari sikap pasangan pada dianya.

Bila pasangannya tidak lakukan hal baik atau mungkin tidak sesuai keinginannya, karena itu dia akan alami depresi dan duka cita yang mengagumkan.

Tidak itu saja, RSCE bisa membuat seorang jadi obsesif pada hubungan. Hingga orang yang mempunyai karakter ini akan memerhatikan perlakuan, pengucapan, dan menganalisa seluruh gerak-gerik pasangannya secara obsesif, dan mengartikannya lebih dalam

Orang yang mempunyai karakter RCSE yang tinggi mempunyai loyalitas yang tinggi dalam satu jalinan. Walau bagaimanapun, orang yang memiliki keadaan itu memiliki resiko alami stres berat bila tampil permasalahan pada jalinan asmara yang lagi ditempuh. Seorang jadi protektif dan benar-benar peka pada tiap permasalahan yang tiba bila mempunyai RCSE yang tinggi.

Ini bisa menjadi masalah besar untuk satu jalinan. Bahkan juga orang yang alami RCSE telah tidak akan mempunyai kekuatan untuk ditinggalkan dan lakukan jalinan jarak jauh. Mereka akan berasa benar-benar kuatir dan tidak aman sebab pasangannya jauh dari dianya.

  1. Imbas keterikatan emosional

Beberapa imbas di bawah ini bisa berlangsung jika kamu atau pasanganmu meningkatkan keterikatan emosional secara berlebihan.

  • Masalah dalam jalinan: sejumlah besar, keterikatan emosional akan membuat toxic relationship. Faksi yang tergantung secara emosional umumnya memerlukan banyak kejelasan dan suport dari pasangannya.
  • Meningkatkan desakan emosional: saat tidak bersama pasangan, pribadi yang alami permasalahan keterikatan emosional bisa habiskan sejumlah besar waktu untuk mencemaskan hubungan. Pertanyaan seperti apa pasangan masih menyukainya bisa memunculkan tanda-tanda depresi yang cukup berarti.
  • Self-care yang jelek: pribadi yang seutuhnya memercayakan pasangan untuk memperoleh suport emosional, kemungkinan kehilangan peluang untuk mendapati langkah bagus memberikan dukungan diri kita. Mengakibatkan, itu berpengaruh pada pengurangan kemampuan untuk beraktivitas yang membahagiakan.
  • Sebuah riset dikerjakan, fokus pada bagaimana peranan pemikiran, emosi, dan hati seorang pribadi bisa menjaga satu jalinan asmara yang lagi mereka lalui. Riset ini menyertakan sekitar 198 pasangan. Mereka disuruh untuk meluapkan hati atas seluruh peristiwa yang berlangsung sehari-harinya sepanjang 14 hari. Dari buku harian itu, selanjutnya periset mengenali hati-perasaan apa yang diakibatkan saat mereka jalani jalinan asmara.
  • Lalu, periset mengaitkan jika orang yang begitu meluapkan seluruh emosi, hati, dan rasa cintanya pada jalinan yang lagi ditempuh condong alami RCSE. Sesaat dijumpai juga orang yang alami keadaan itu rawan jadi stres berat, tertekan, kuatir yang terlalu berlebih yang sudah pasti tidak bagus untuk kesehatan psikis.
  1. Langkah menangani keterikatan emosional

Cara simpel pertama untuk meminimalisir keterikatan emosional berlebihan ialah belajar mengenal emosi. Bila sekarang ini kamu tengah berusaha untuk keluar dari jerat keterikatan emosional yang kurang sehat, kamu dapat beraktivitas seperti meditasi dan habiskan semakin banyak waktu bercampur dengan alam atau sendirian.

tahap selanjutnya ialah belajar untuk mengatur keperluan emosional diri kita. Coba mengenali penyebab keterikatan emosional bisa menolong mendalami sistem yang pas untuk menanganinya. Selain itu, kamu bisa juga memutuskan batas yang bermanfaat selaku pengingat akan kesadaran kenyataan.

Bila keterikatan emosional di rasa telah mempengaruhi kualitas hidup secara berarti, konsultasi pada pakar seperti terapi bisa dikerjakan. Terapi bisa menolong menyingkap permasalahan yang diperhitungkan jadi kontributor peningkatan keterikatan emosional. Seterusnya, terapi bisa memberikan instruksi taktik yang efisien untuk penuhi keperluan emosional.

Walau keterikatan emosional dibutuhkan pada suatu jalinan, tapi harus diingat tidak untuk mengembangkannya terlalu berlebih. Juga penting untuk tiap-tiap faksi memprioritaskan kasih sayang dan kesabaran supaya jalinan masih berjalan serasi.

Kadang, salah satunya atau ke-2 faksi dari pasangan itu kebanyakan meluapkan emosi, hati, dan seluruh komitmennya pada jalinan asmara yang mereka lalui. Mengakibatkan, lelaki atau wanita itu bertambah lebih peka dan malah gantungkan seluruh keinginan dan hidup mereka pada pasangannya. Keadaan ini bisa membuat seorang pribadi alami relationship-contingent-self-esteem.

Relationship-contingent-self-esteem (RCSE) ialah keadaan di mana seorang akan berasa dipandang atau optimis bila diberi sanjungan dan reaksi positif dari pasangan yang disayanginya. Ini sudah pasti benar-benar beresiko untuk kesehatan psikis bila RCSE yang dirasakan seorang begitu tinggi.

Nah, itu bukti berkenaan keterikatan emosional berlebihan. Kamu atau pasanganmu pasti tidak mau terjerat dalam jalinan semacam itu, kan?

Kadang, salah satunya atau ke-2 faksi dari pasangan itu kebanyakan meluapkan emosi, hati, dan seluruh komitmennya pada jalinan asmara yang mereka lalui. Mengakibatkan, lelaki atau wanita itu bertambah lebih peka dan malah gantungkan seluruh keinginan dan hidup mereka pada pasangannya. Keadaan ini bisa membuat seorang pribadi alami relationship-contingent-self-esteem.

Relationship-contingent-self-esteem (RCSE) ialah keadaan di mana seorang akan berasa dipandang atau optimis bila diberi sanjungan dan reaksi positif dari pasangan yang disayanginya. Ini sudah pasti benar-benar beresiko untuk kesehatan psikis bila RCSE yang dirasakan seorang begitu tinggi.