Sejarah Spikologi dan Pemahaman nya

Sejarah Spikologi dan Pemahaman nya

Sejarah Spikologi dan Pemahaman nya

Sejarah dan pemahaman menurut bahasa, spikologi (dari bahasa Yunani Kuno mengutarakan jika psyche = jiwa dan logos = kata), (dari bahasa Yunani Kuno mengutarakan jika psyche = jiwa dan logos = kata), hingga dalam makna bebas, psikologi ialah pengetahuan yang pelajari mengenai jiwa/psikis.

Psikologi tidak pelajari jiwa/psikis itu langsung sebab karakternya yang abstrak, tapi psikologi batasi pada aktualisasi dan gestur dari jiwa/psikis itu yaitu berbentuk perilaku dan proses atau kegiatannya, hingga Psikologi bisa diartikan selaku ilmu dan pengetahuan yang pelajari perilaku dan proses psikis.

Baca Juga: Hal Unik Saat Menangis

Keseluruhannya bisa diambil kesimpulan jika psikologi selaku studi ilmiah berkenaan proses sikap dan beberapa proses psikis. Psikologi adalah salah satunya sisi dari pengetahuan sikap atau pengetahuan sosial.

Pemahaman Psikologi menurut beberapa pakar

  • Menurut Passer dan Smith (2004) jika psikologi selaku satu pengetahuan is imprecial.
  • Menurut Wundt (dalam Devidoff, 1981) psikologi itu adalah adegan kesadaran manusia (the science of human consciousness).
  • Woodworth dan Marquis (1957) ajukan opini jika yang diartikan dengan psikologi adalah pengetahuan mengenai rutinitas-aktivitas pribadi. Atas sesuatu yang disampaikan itu terang memberi kisah jika psikologi pelajari rutinitasaktivitas pribadi, pemahaman rutinitas dalam makna yang luas, baik rutinitas motorik, kognitif, atau emosional.
  • Menurut Branca (1965) dalam bukunya yang dengan judul Psychology : the science of behavior, sudah terang jika yang diartikan dalam psikologi itu adalah pengetahuan mengenai pengetahuan sikap dan mind.

Sama seperti yang sudah dikemukanan oleh beberapa pakar di atas, bisa diambil kesimpulan jika psikologi adalah pengetahuan yang mengulas mengenai jiwa.

Namun oleh sebab jiwa itu tidak terlihat atau memiliki sifat abstrak, karena itu yang bisa disaksikan atau diamati adalah sikap atau rutinitas-aktivitas yang disebut aktualisasi atau penjelmaan kehidupan jiwa tersebut.

Ini bisa disaksikan dalam sikap atau rutinitas-aktivitas lainnya. Karenanya psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari dan pelajari mengenai sikap atau rutinitasaktivitas, dan sikap dan rutinitas-aktivitas itu selaku aktualisasi hidup mental.

Sikap atau rutinitas-aktivitas di sini ialah dalam artian yang luas yakni mencakup sikap yang terlihat (overt behavior) dan sikap yang tidak terlihat (inner behavior), atau jika yang disampaikan oleh Woodworth dan Marquis (1957) adalah baik rutinitas motorik, kognitif, atau rutinitas emosional.

Jadi dalam psikologi pelajari mengenai kehidupan jiwa dan mental. Hal seirama disampaikan oleh Passer dan Smith (2004) dalam bukunya yang dengan judul “Psychology (the sience of mind behavior)”, jika psikologi meliputi sikap dan mind atau jiwa.

Pada umumnya, bisa riwayat Sejarah Spikologi dan Pemahaman bisa di bagi jadi beberapa masa, diantaranya:

  1. Masa Pra Berdirinya Psikologi

Psikologi berawal dari bahasa Yunani kuno “pshyco” yang mempunyai makna “jiwa”, dan kata “logos” yang bermakna pengetahuan, hingga bisa disimpulkan jika psikologi ialah keilmuan yang pelajari mengenai jiwa atau psikis. Jiwa atau psikis memiliki sifat abstrak atau tidak bisa disaksikan dengan indera pandangan.

Namun, karakter ini mempunyai batas pada aktualisasi dan gestur dari jiwa. Karakter itu berbentuk perilaku atau proses lakukan satu aktivitas. Hingga psikologi diartikan selaku ilmu dan pengetahuan yang pelajari mengenai sikap dan proses mental manusia.

Psikologi mempunyai cerita perjalanan yang panjang, bahkan juga saat sebelum Wundt mengumumkan mengenai laboratoriumnya di tahun 1879 yang dilihat selaku kelahiran psikologi selaku pengetahuan. Psikologi bisa disebutkan searah dengan perubahan perkembangan cendekiawan di Eropa.

Menurut pemikiran itu, riwayat psikologi dipisah jadi beberapa masa dengan beberapa figur pakar didalamnya.

Babak pra psikologi adalah masa di mana psikologi belum jadi selaku keilmuan, atau masih tetap jadi landasan pemikiran-pemikiran sebagai landasan terciptanya psikologi.

Hasil pemikiran- pertimbangan gawat pada jalinan manusia dengan lingkungannya yang munculkan satu skema perilaku spesial berikut sebagai daya magnet Wundt untuk mempelajari selanjutnya jalinan ke-3 nya hingga tampil arti psikologi.

Psikologi sendiri adalah pengetahuan yang pelajari mengenai mental manusia dan kelakuannya selaku tanggapan hubungan dengan lingkungan rumahnya.

  1. Psikologi Selaku Pengetahuan yang Otonom

Di akhir era ke 19 adalah set baru dalam riwayat psikologi. Tahun 1879 Wilhem Wundt membangun satu laboratorium psikologi pertama selaku titik awalnya perubahan riwayat psikologi.

Laboratorium Wundt dibangun di Leipzig. Wundt mengenalkan sistem instropeksi yang dipakai dalam riset- risetnya.

Ia dikenal juga selaku figur pengikut susunanalisme sebab mengutarakan teori yang merinci susunan dari jiwa. Wundt yakin jika jiwa tercipta dari elemen- komponen.

Selanjutnya, mempunyai proses penting yang menyambungkan antar komponen mental hingga membuat susunan jiwa yang utuh dan disebutkan federasi. Oleh karenanya Wundt dikatakan sebagai figur asosianisme.

Selanjutnya, Edward Bradford Titchener coba menebarluaskan tuntunan dari Wundt ke Amerika. Tetapi orang Amerika kurang mencintai teori Wundt dan menganggap begitu abstrak dan susah diaplikasikan langsung. Mereka pada akhirnya membuat saluran sendiri yang disebutkan perananonalisme dengan beberapa tokoh seperti William james, dan James Mc Keen Cattel. Saluran ini lebih fokus pada peranan jiwa daripada susunannya.

Cattel mendapati tehnik penilaian psikologi berbentuk psikotest yang disebut bukti jika orang Amerika cukup pragmatis. Walau telah pragmatis, tetapi saluran perananonalisme masih dipandang begitu abstrak.

Sarjana Amerika mengehendaki supaya psikologi pelajari beberapa hal yang netral dan bisa disaksikan. John Broades Watson adalah perintis dalam masalah ini yang selanjutnya ditingkatkan oleh Edward Chase Tolman dan B.F Skinner.

Kecuali di Amerika, di Jerman sendiri Wundt mulai memperoleh kritik dan revisi. Oswald Kulpe adalah salah satunya siswa Wundt yang kurang senang pada tuntunannya dan membuat saluran sendiri.

Ia menampik asumsi Wundt jika memikir itu terus dalam piikiran atau bayang-bayang. Kulpe memiliki pendapat jika jika tingkat memikir yang makin tinggi, tidak seperti bayang-bayang, tetapi pertimbangan yang tidak terpikirkan.

Di Eropa tampil saluran gestalt. Saluran Gestalt menampik tuntunan Wundt yang fokus pada komponen-komponen dan memiliki pendapat jika tanda-tanda mental perlu disaksikan selaku satu hal yang memiliki sifat keseluruhnya dan tidak bisa diperpecah-pecah jadi sisi.

Krueger di tahun 1924 memperkenalkan arti Ganzheit yang disebutkan hampir serupa dengan saluran gestalt, walau Krueger mengatakan jika Ganzheit adalah wujud peningkatan dari Gestalt. Krueger memiliki pendapat jika teori Gestalt begitu fokus pada pemahaman object.

Ini jadi kebimbangan sebab penghayatan yang lengkap ialah hal khusus pada ruangan dan waktu. Hingga tidak disaksikan berdasar pemahaman saja.

Perubahan teori psikologi menurut Gestalt berkembang dari field teori atau teori lapangan oleh Kurt Lewin. Awalnya Lewin ketarik dengan paham yang diyakini oleh gestalt, tetapi selanjutnya ia memberi kritikan sebab dipandang tidak adekuat. Lewin selanjutnya meningkatkan psikologi kognitif di Amerika Serikat selaku cara kelanjutan.

Psikologi kognitif adalah kombinasi dari saluran behaviorisme dan saluran Gestalt yang dibawa di tahun 1940- an. Saluran psikologi kognitif fokus pada proses- proses pusat seperti sikap, keinginan, dan inspirasi dalam membuat perilaku.

Kognitif disimpulkan selaku suatu hal yang berlangsung di alam sadar/ kognisi. Salah satunya figur psikologi kognitif diantaranya ialah L. Fertinger.

Psikoanalisa selanjutnya lahir bawa dampak yang besar dalam perubahan psikologi sampai sekarang ini. Psikoanalisa menerangkan beberapa hal yang pun tidak terlihat di luar dan secara eksklusif usaha menerangkan apa yang ada dalam kesadaran manusia.

  1. Perubahan Psikologi Kekinian

Riwayat perubahan psikologi berisi berkenaan pendapat- opini beberapa figurtokoh riwayat pengetahuan jiwa yang menerangkan berkenaan mental. Terciptanya psikologi kekinian tidak lepas dari dampak beberapa figur- figur psikologi di masa lampau.

Saluran kekinian yang tampil pada perubahan psikologi ialah susunanalisme. Susunanalisme ini ialah awalnya timbulnya pengakuan psikologi selaku disiplin pengetahuan yang memiliki sifat otonom dan dibuat memakai laboratorium riset.

Tetapi sebab jumlahnya opini dan pertentangan karena itu nampaklah banyak aliran-aliran psikologi yang lain, misalnya:

  • Fungsionalisme
  • Behaviorisme
  • Gestalt Psychology
  • Psikoanalisis
  • Humanistic Psychology